Sebenarnya, penganggalan Masehi yang digunakan sekarang ini berasal dari zaman Romawi. Bermula dari kunjungan Kaisar Romawi, Julius Caesar ke Mesir. Dalam kunjungannya itu, Julius Caesar menerima anjuran dari para ahli perbintangan Mesir. Setelah kembali ke Roma, Julius Caesar mengeluarkan maklumat penting dan berpengaruh luas hingga kini, yaitu penggunaan sistem Matahari dalam penanggalan. Secara umum, isi keputusannya adalah seperti berikut.
1. Satu tahun berumur 365 hari. Hal ini didasarkan pada lamanya Bumi mengelilingi Matahari, yaitu 365,25 hari. Berarti, terdapat kelebihan 0,25/24 jam = 6 jam setiap tahunnya.
2. Pada setiap 4 tahun, umur tahunnya bukan 365 hari, melainkan 366 hari. Tahun seperti ini disebut tahun "Kabisat". Tahun Kabisat ini sebagai penampung kelebihan 6 jam dari setiap tahunnya. Jika dikumpulkan dalam 4 tahun, kelebihan 6 jam ini akan menjadi 24 jam atau 1 hari. Kelebihan 1 hari setiap 4 tahun ini dimasukkan dalam bulan Februari.
Berdasarkan hal ini, pada masa Kaisar Julius Caesar, umur dari bulan Februari adalah 29 hari untuk tahun biasa dan 30 hari untuk tahun Kabisat.
Pada masa Kaisar Augustus yang memerintah setelah Julius Caesar, nama bulan keenam diubah menjadi Augustus. Perubahan ini diikuti dengan penambahan umur bulan Augustus menjadi 31 hari yang sebelumnya 30 hari. Penambahan 1 hari ini diambilkan dari bulan Februari, sehingga bulan Februari hanya berumur 28 hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun Kabisat (terjadi 4 tahun sekali).
7 Komentar
Write KomentarKasihan yang ulang tahunny 29 feb :v
Replyhahahaha 4 tahun sekali yak
Reply@The Famous, hahaha, jarang diucapin slmt pnjng umur
Reply@Tyo Eri, udh kayak piala dunia, 4 tahun skali
ReplyHhahah baru tau ane. :D
Replyvisit juga ya: http://juliarman.blogspot.com
@Juliarman Umar, sering" berkunjung gan biar makin tau
ReplyEmoticonEmoticon